Laman

Sabtu, 29 September 2012

Cara Pembuatan CO2 Aquascape


CO2 (carbon dioksida) merupakan unsur penting dalam pertumbuhan dan kelangsungan tumbuhan, terutama dalam hal fotosintesis. Proses ini tidak hanya terjadi pada tanaman yang tumbuh di darat saja, namun juga untuk tanaman yang hidup di air. Untuk para hobiis aquascape, pemberian CO2 sangat perlu untuk diperhatikan demi kelangsungan tanaman air yang dirawatnya dan juga jumlah unsur CO2 dalam aquarium pun diperhatikan agar tidak terlalu berlebih, dikarenakan ikan tidak menghirup CO2 melainkan O2. Akan tetapi perlengkapan untuk keperluan penambahan CO2 pada aquarium tidak cukup mengeluarkan uang hanya puluhan ribu rupiah, karena itu banyak yang menyatakan bahwa aquascaping itu merupakan hobi yang cukup mahal. Namun sebenarnya dengan sedikit kreatifitas dan ilmu pengetahuan, maka CO2 ini dapat kita tambahkan pada aquarium hanya dengan modal yang tidak besar. Pembuatan ini diistilahkan dengan sebutan DIY (DO It Yourself) atau membuatnya sendiri dengan bahan-bahan seadanya.
DIY CO2 ini sangat berguna sekali untuk pencinta aquascaping yang ingin menghemat pengeluaran keuangannya, yang kesulitan mendapatkan sistem CO2 pressurized (tabung bertekanan) di daerah tempat tinggalnya, yang memiliki aquarium berukuran kecil-sedang, yang punya waktu untuk menggantikan larutan bahan bakar (generator CO2) secara periodik, yang memiliki setup aquascape dengan pencahayaan low-medium, atau bahkan yang kehabisan gas CO2 pada sistem pressurized dan mengunggu refill yang lama. Sistem DIY CO2 ini adalah proses menghasilkan gas CO2 dengan hanya menggunakan peralatan yang mudah didapat, yaitu yeast (kapang / ragi), gula, dan baking powder sebagai sumber utamanya. Ok, tanpa berlama-lama lagi kita langsung saja membuat CO2 untuk aquarium kita.
Alat dan bahan:
- Alat:
  • Gunting
  • 2 Botol mineral lengkap dengan tutup botolnya (2L)
  • Bor kecil / Paku / Obeng plus (yang dipanaskan), tujuannya adalah untuk melubangi tutup botol
  • Connector/pentil selang aerator aquarium
  • Selang silikon secukupnya
  • Sealant/lem pipa secukupnya
  • Klep penyetop / klep satu arah (check valve)
  • Batu aerator (air stone)
- Bahan:
  • Ragi roti (fermipan)
  • Gula pasir putih
  • Baking Powder
Langkah Pekerjaan:
- Pembuatan generator CO2 :
Generator ini merupakan penghasil CO2 . Pada genertaor ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu tempat melarut dan larutan penghasil CO2 – nya.
- Tempat pelarutan:
  1. Borlah ditengah tutup botol dengan diameter sedikit lebih kecil dari pipa connector yang hendak ditancapkan, atau gunakan paku / obeng yang ujungnya dipanaskan (usahakan lubang yang dibuat lebih kecil dibandingkan ujung pipa connector). Lalu masukan pipa connector kecil ke lubang sampai kedalaman sekitar 2 cm kedalam botol. Potong ujung menyamping sekitar 45 derajat supaya air yang ke pipa dapat akan cepat menetes ke bawah. Supaya gas tidak yang tidak keluar, pada tutupnya lapisi sekitar lubang masuk pipa dengan silikon di kedua sisinya (luar dan dalam). Di sisi dalam lebih penting karena tekanan CO2yang dihasilkan akan lebih besar dari dalam botol, maka berilah lebih banyak silikonnya pada sisi dalam. Tunggu sampai lem benar-benar kering.
    Contoh hasil pembuatan tutup genertor
  2. Sambungkan selang ke aquarium dengan melewati klep penyetop (check valve) lalu ke airstone.  Perhatian: meninggalkan selang di aquarium dengan kedua ujungnya terbuka akan mengundang bahaya. Air sangat mudah tersedot secara tidak sengaja. Aksi kapiler dapat membuat air naik ke atas aquarium, kemudian tidak sengaja menggerakan selang dan selang dapat dengan mudah tertarik keluar dan kemudian air di dalam selang akan jatuh ke bawah batas permukaan air maka terjadilah aksi penyedotan air. Perlu diperhatikan beberapa klep penyetop yang murah tidak tahan lama dalam lintasan CO2. Asam karbonik yang terbentuk dalam interaksi CO2 dengan air cenderung melunakan membran karetnya. Anda sebaiknya membeli klep penyetop yang untuk dipakai khusus untuk CO2. Jangan gunakan kran penutup (meskipun dengan menggunakan kontrol solenoid atau timer) di jalur CO2 pada sistem CO2 bertenaga ragi ini. Jika jalur selangnya tertutup, tekanan dalam botol akan terus menerus bertambah sampai akhirnya botolnya meledak pecah.
    hasil pembuatan generator co2
- Larutan generator:
Resep :
  • 150 gram gula pasir
  • 1/3 sendok teh ragi roti (fermipan)
  • 1300 mL air
  • 1/2 sendok teh baking powder
Cara membuat :
Masukkan campuran tersebut (gula pasir, ragi, dan baking powder) kedalam botol generator. Tambahkan air sekitar 1300 mL, yaitu sampai batas leher botol. Kocok merata dan biarkan di suhu ruangan selama 4-5 jam sebelum siap dipakai.

- Pembuatan reaktor CO2 :
Reaktor adalah ruang untuk “mencapur” CO2 dengan air pada aquarium agar CO2 terlarut dengan baik. Pada prinsipnya CO2 yang belum larut yang keluar dari generator melalui batu aerasi tersimpan di atas permukaan air pada botol reaktor. Kemudian dibiarkan agar terjadi kontak dengan permukaan air tersebut. Dengan sedikit tambahan goncangan pada air, akan menyebabkan perataan air yang telah kontak dengan CO2 ke seluruh bagian aquarium, hal ini bisa dilakukan dengan memberikan arus yang didapatkan dari hasil filtrasi atau mengarahkan output dari power head ke tempat reaktor tersebut.
Cara membuat reaktor adalah dengan cara melubangi botol pada tiap sisinya agar air bis bergerak bebas melewati rekator tersebut, kemudian batu aerasi yang telah terpsang dengan output dari generator disimpan di bagian dasar botol reaktor. Usahakan reaktor tersebut tenggelam di dasar aquarium (berikan pemberrat pada reaktor). Kemudian output dari sistem filtrasi usahakan agar arusnya melewati reaktor tersebut untuk menciptakan sedikit goncangan pada reaktor.
Gambaran sebuah reaktor
Cara lain untuk sistem diffuser atau pelarutan CO2 ini adalah dengan memasukkan langsung output dari generator CO2 keinput power head, jadi CO2 keluaran generator dapat dipecah oleh kipas pada power head. namun perlu diperhatikan juga daya hisap dari power head itu sendiri, jangan sampai isi dari generator tersebut ikut tersedot. Amannya, output dari generator dipasang batu aerasi kemudian di dekatkan dengan input power head, jadi gelembung CO2 yang keluar dari batu aerasi dapat langsung tersedot oleh power head.
Pemakaian:
  • Posisikan botol DIY ini pada tempat yang agak hangat, sebab produksi fermentasi akan menjadi optimal bilamana temperatur mendekati hangat tubuh manusia.
  • DIY CO2 ini dapat bertahan sekitar 7-10 hari lamanya dikarenakan pada titik tersebut cadangan gula sudah menipis dan populasi koloni kapang (yeast) sudah menurun drastis dikarenakan perubahan pH dan kadar alkohol dalam larutan. Maka pada saat sebelum titik habis tersebut sebaiknya sebuah larutan bahan bakar yang baru sudah dibuat sehari sebelumnya dan disimpan dalam lemari es agar aktivitas kapang statis.
  • Hasil fermentasi ini seharusnya menghasilkan sekitar satu gelembung per detik (dari selang ke airstone), setelah satu hari. Dengan menggunakan air hangat akan membantu lebih cepat. Ada masa naik turun dari arus yang dihasilkan. Pada awalnya banyak yang dihasilkan dan menurun pada akhir masa larutan. Untuk melancarkan arus ini, dapat menggunakan dua botol yang lebih kecil (1 liter) daripada satu botol besar (2 liter) dan mulai dari botol pertama selama satu-dua minggu setelah itu botol lainnya. Adakalanya sebaiknya melepas dan membersihkan airstonenya, penghasil CO2 dengan ragi condong menghasilkan lapisan kotoran yang menempel pada airstone setelah beberapa waktu.
  • Ketika rangkaian sudah dipasang, berhati-hatilah jika hendak membuka tutup botol untuk mengganti larutannya. Jangan putar tutup botol karena sambungan lem/silikon rentan robek. Sebaliknya putarlah botolnya agar terbuka.
    Susunan hasil rangkaian DIY CO2
Selamat mencoba..

Sumber : http://jzhipo.wordpress.com/2011/11/22/diy-do-it-your-self-co2-untuk-aquascape/

Cara Mudah Membuat Aquascape


 Bahan-bahan Utama :
  • Aquarium
  • Lampu
  • Filter
  • Pasir / Soil
  • Pupuk Dasar / Pupuk Cair
  • Tanaman
  • Ikan
  • CO2 (Bisa membuat sendiri)
  • Kipas / Chiller (Jika diperlukan)
Banyak pendapat yang mengatakan bahwa CO2 adalah opsional, dimana tanaman dapat tumbuh tanpa CO2. Hal itu adalah benar, tapi seperti layaknya manusia, CO2 adalah salah satu sumber untuk tumbuh kembang tanaman. Sedangkan di dalam aquarium jumlah CO2 yang tersedia sangat sedikit sekali. Jadi bila tanaman kita kekurangan CO2 maka yang terjadi adalah pertumbuhan tanaman akan terganggu, kerdil, atau bahkan mati. Silahkan lihat artikel DIY (Do it yourself) CO2 atau membuat CO2 sendiri untuk detail pembuatan CO2.
Contoh Pembuatan Aquarium Aquascape
  • Ukuran Aquarium : 55x35x35 (67L)
  • Cahaya: 50W
  • Suhu: 28 °
  • Filter: Filter gantung
  • CO2: Tabung dengan 1.5bps
  • Fauna: Iriatherina werneri, Boraras maculatus Otocinclus affinis, Red Cherry, dan Crystal Merah
  • Flora : Eleocharis acicular, Lilaeopsis mauritiana, Eleocharis geniculata, repens Juncus, Spiky lumut, lumut Taiwan, lumut dan Hydrocotyle verticillata Flame.
  • Hardscape: Batu + Kayu

LANGKAH PERTAMA:

cara membuat aquascape 1 Cara Membuat Aquascape
Siapkan aquarium, gunakan Styrofoam untuk dasar antara aquarium dan meja, gunakan Styrofoam didalam aquarium jika dirasa perlu (adanya penggunaan batu-batu lancip dalam jumlah banyak).

LANGKAH KEDUA:

cara membuat aquascape 2 Cara Membuat Aquascape
Taburkan pupuk dasar, pumice atau pasir malang. Pupuk dasar tersedia dalam berbagai macam merk, JBL, Danerlee, Sera, Azoo dll. Tambahkan sedikit carbon active atau arang untuk mencegah nutrisi yang berlebihan dan mengurangi wabah algae pada saat pertama kali setup.
Pupuk dasar diperlukan untuk tanaman yang bertumbuh kembang dengan akar, jika tanaman yang digunakan berupa moss, riccia atau tanaman lain yang tidak ditancap, maka penggunaan pupuk dasar boleh diabaikan.


LANGKAH KETIGA:

cara membuat aquascape 3 Cara Membuat Aquascape
Gunakan pasir malang kasar / atau pumice sebagai pembatas sekaligus tempat tinggal bakteri dan tempat pengakaran, substrate yang terlalu padat akan membuat tanaman tidak dapat bernafas dan berakar yang berujung pada pembusukan akar dan kematian tanaman.

LANGKAH KE EMPAT:

cara membuat aquascape 4 Cara Membuat Aquascape
Tambahkan pasir sebagai media paling atas, gunakan pasir ukuran 2-3mm untuk membantu pengakaran tanaman dan memudahkan proses menanam. Pasir yang terlalu kasar akan susah ditanami, pasir yang terlalu tajam akan melukai akar tanaman dan membuat busuk. Gunakan pasir yang telah dicuci dengan bersih agar mengurangi kemungkinan kotornya aquarium dengan partikel atau debu.

LANGKAH KE LIMA:

cara membuat aquascape 5 Cara Membuat Aquascape
Silahkan mengatur hardscape / layout dari aquascape anda. Bagi saya, sebuah aquascape harus memiliki batu dan kayu, memberikan Anda kesan yang lebih alami dan memungkinkan Anda untuk membuat titik fokus dari aquascape.
Tanaman silahkan disesuaikan dengan hardscape. Batu-batu jangan disebar di seluruh aquarium, tetapi buatlah kombinasi dan berikan kedalaman maksimal untuk tata letak.
Waspadai ketinggian batu, jika Anda menempatkan batu kecil agar tidak tertutup oleh tanaman, batu batu yang terlalu besar tidak memberikan efek kedalaman yang diinginkan.

LANGKAH KE ENAM:

cara membuat aquascape 6 Cara Membuat Aquascape
Pilihan tanaman harus dilakukan sesuai dengan ukuran dan tata letak layout. Untuk tata letak ini saya memilih tanaman kecil karena ukuran aquarium yang mini.
Gunakan pinset untuk memudahkan proses tanam. Bagi tanaman dalam porsi kecil kemudian tancapkan kedalam substrate / pasir. Pemisahan tanaman pada porsi kecil dan merata akan membuat tanaman lebih cepat menyebar daripada menanamnya dalam jumlah besar pada titik tertentu. Jika telah selesai menanam isi air pelan pelan agar hardscape tidak rusak.

cara membuat aquascape 7 Cara Membuat Aquascape

HASIL AKHIR :

cara membuat aquascape 8 Cara Membuat Aquascape 

 

 

 

 

    

Sumber                                                                           


Jumat, 14 September 2012

Foto Langka Virus-virus Paling Mematikan di Dunia

Sepintas Anda mungkin menganggap gambar-gambar berikut sebagai sebuah karya seni modern, namun faktanya foto-foto ini sebenarnya menunjukkan beberapa virus paling mematikan yang ada di dunia. Termasuk diantaranya antrax dan ebola.

Gambar-gambar menakjubkan ini diambil oleh para fotografer sains di Eye of Science, Jerman, Mereka mengambil koleksi sampel dari Science Photo Library di London.

Kemudian, sampel tersebut diabadikan menggunakan teknologi fotografi terbaru yang memungkinkan setiap materi super kecil diperbesar hingga lebih dari 18 ribu kali.

Salah satu contohnya adalah foto virus yang menyebabkan wabah Black Death di Eropa sekitar tahun 1664-1665. Contoh lainnya adalah virus yang menyebabkan wabah SARS, yakni penyakit paru-paru fatal yang pertama kali merebak di China tahun 2002.

"Di masa lalu, gambar ini akan digunakan semata-mata untuk penelitian," ujar Mark Abbott dari Photo Library Science.

"Beberapa gambar telah dibandingkan dengan karya seni dan bahkan direproduksi dalam buku-buku seni. Kami mendapat respon yang luar biasa. Itu benar-benar membantu untuk berbagi ilmu dengan masyarakat umum, terutama anak-anak."





Bakteri e-coli, diperbesar menjadi 17 ribu kali..











Virus polio ini diperbesar hingga 90 ribu kali.





Virus influenza, diperbesar hingga 230 ribu kali



Virus SARS (berwarna merah), diperbesar hingga 56 ribu kali.



Virus ebola, diperbesar hingga 12.500 kali.



Virus cacar, diperbesar hingga 28.500 kali.



Bakteri meningitis, diperbesar hingga 33 ribu kali.



Streptococcus pneumoniae, menyebabkan penyakit pneumonia.



Bakteri Plague, penyebab wabah Black Death di Eropa pertengahan abad ke-14.



Bacillus anthracis bacteria, bakteri penyebab wabah antrax.



Bakteri tubercolosis, jika mencapai paru-paru akan menjadi fatal.









Borrelia burgdorferi, menyebabkan penyakit lyme pada manusia.